Oktober 2026 Diprediksi Lebih Kering di Sejumlah Wilayah, Apa Dampaknya bagi Pertanian Indonesia?
Keywords:
Musim Kemarau, Cuaca Kering, Musim Hujan, Prediksi BMKG, El NiñoAbstract
Oktober biasanya mulai membawa harapan datangnya musim hujan bagi banyak petani di Indonesia. Namun, pada Oktober 2026, sebagian wilayah justru masih harus menghadapi periode dengan curah hujan yang relatif rendah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 akan datang lebih lambat di sebagian besar Zona Musim (ZOM) Indonesia. Kondisi ini membuat sebagian wilayah, khususnya sentra pertanian yang sangat bergantung pada hujan, perlu bersiap menghadapi keterbatasan air lebih lama.
Situasi tersebut bukan sekadar persoalan cuaca panas beberapa hari. Petani perlu melihatnya sebagai bagian dari dinamika musim yang dapat memengaruhi jadwal tanam, ketersediaan air irigasi, pertumbuhan tanaman, hingga hasil panen. Ketika hujan terlambat turun, tanah kehilangan kelembapan secara bertahap, sumber air permukaan menyusut, dan petani harus bekerja lebih keras untuk menjaga tanaman tetap tumbuh. Karena itu, informasi iklim Oktober 2026 menjadi sangat penting bagi petani padi, palawija, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan.
BMKG dalam siaran pers 22 September 2026 menyebut 529 ZOM atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan rerata klimatologisnya. Sebagian besar wilayah diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026. BMKG juga mencatat bahwa kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat ikut mengurangi curah hujan di Indonesia, sementara IOD menunjukkan kecenderungan positif pada September.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Imam Ngasim (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
Similar Articles
- Muhamad Imam Ngasim, Prediksi Musim Hujan Indonesia 2026/2027 Awal Lebih Lambat, Puncak Desember hingga Februari , AGRINOW! : Buletin Pertanian: Vol. 2 No. 9 (2026): AGRINOW! : Buletin Pertanian
- Muhamad Imam Ngasim, Strategi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Ternak di Musim Hujan , AGRINOW! : Buletin Pertanian: Vol. 1 No. 2 (2025): AGRINOW! : Buletin Pertanian
- Muhamad Imam Ngasim, Mengenal Klasifikasi Bentuk Kehidupan Tumbuhan Menurut Raunkiaer , AGRINOW! : Buletin Pertanian: Vol. 1 No. 1 (2025): AGRINOW! : Buletin Pertanian
- Muhamad Imam Ngasim, Strategi Pengendalian Simultan Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens) dan Penyakit Blas (Pyricularia oryzae) pada Ekosistem Padi Sawah Musim Basah , AGRINOW! : Buletin Pertanian: Vol. 1 No. 2 (2025): AGRINOW! : Buletin Pertanian
- Febiola Nadya Ayu Adinda, Pertanian Terapung (Floating Agriculture) Bangladesh sebagai Strategi Ketahanan Pangan dan Resiliensi Iklim di Lahan Rawa Indonesia , AGRINOW! : Buletin Pertanian: Vol. 1 No. 2 (2025): AGRINOW! : Buletin Pertanian
- Muhamad Imam Ngasim, Mengapa Curah Hujan Tinggi Meningkatkan Risiko Penyakit Jamur pada Tanaman Hortikultura? , AGRINOW! : Buletin Pertanian: Vol. 1 No. 1 (2025): AGRINOW! : Buletin Pertanian
You may also start an advanced similarity search for this article.


