Biologi dan Ekologi Ulat Kantong (Psychidae) serta Implikasinya terhadap Kesehatan Ekosistem Hutan di Indonesia

Authors

  • Muhamad Imam Ngasim Author

Keywords:

Ulat Kantong, Psychidae, Ekologi Ulat Kantong, Hama Tanaman, Taksonomi Ulat Kantong

Abstract

Ulat kantong menjadi salah satu kelompok serangga pemakan daun yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaan hutan tanaman di Indonesia. Ukurannya memang relatif kecil, tetapi kemampuan larva mengonsumsi daun dalam jumlah besar dapat mengubah kondisi tajuk pohon dalam waktu relatif singkat. Serangan yang terus berkembang bahkan mampu menyebabkan defoliasi berat hingga membuat tajuk pohon tampak gundul. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi keindahan dan kesehatan tanaman, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan, menekan produktivitas tegakan, dan meningkatkan risiko stres fisiologis ketika serangan terjadi berulang. Kelompok ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Psychidae, sebuah famili dengan lebih dari 1.350 spesies yang tersebar di berbagai wilayah dunia, terutama kawasan tropis dan subtropis [1], [2].

Keberadaan hama ini menjadi semakin penting ketika petani hutan atau pengelola tegakan menanam satu jenis pohon dalam skala luas. Hamparan tanaman yang seragam menyediakan sumber pakan yang melimpah dan mudah dijangkau sehingga populasi serangga dapat berkembang lebih cepat. Pengelola juga perlu memahami bahwa ancaman tidak hanya muncul pada tanaman dewasa. Beberapa spesies menyerang tanaman sejak fase persemaian hingga tegakan dewasa dan menunjukkan perbedaan dalam ukuran tubuh, bentuk kantong, tingkat konsumsi daun, serta daya rusaknya [1]. Karena itu, pengenalan ciri, siklus hidup, tanaman inang, dan gejala serangan menjadi dasar penting untuk menentukan tindakan pengelolaan yang tepat.

References

[1] I. Anggraeni and A. Ismanto, “Keanekaragaman jenis ulat kantong yang menyerang di berbagai pertanaman sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) di Pulau Jawa,” Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry, vol. 3, no. 2, pp. 184–192, 2013. [Online]. Available: https://ejournalunb.ac.id/JSN/article/download/68/66/133

[2] Lelana, Neo Endra, et al. "Bagworms in Indonesian plantation forests: Species composition, pest status, and factors that contribute to outbreaks." Diversity 14.6 (2022): 471. [Online]. Available: https://www.mdpi.com/1424-2818/14/6/471

[3] T. A. P. Rozziansha and A. Susanto, “Biologi ulat kantung Clania sp. pada perkebunan kelapa sawit,” Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, vol. 19, no. 3, pp. 114–122, 2011. [Online]. Available: https://iopri.co.id/journal/download/244

[4] “Metisa plana,” Wikipedia, The Free Encyclopedia. [Online]. Available: https://en.wikipedia.org/wiki/Metisa_plana

[5] “Metisa Plana 1 - Siklus Hidup dan Dampak Ulat Kantong.” [Online]. Available: https://id.scribd.com/document/610968929/Metisa-Plana-1

[6] R. Aspandy et al., “Pengendalian hama ulat kantong (Metisa plana Walker) pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang menghasilkan (TM) dengan sistem injeksi batang di Kebun Tinjowan PTPN IV Regional II Afdeling III,” Jurnal Agrofolium, vol. 5, no. 1, pp. 423–429, 2025. [Online]. Available: https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/agrofolium/article/download/422/524

[7] R. Pamuji, B. T. Rahardjo, and H. Tarno, “Populasi dan serangan hama ulat kantung Metisa plana Walker (Lepidoptera; Psychidae) serta parasitoidnya di perkebunan kelapa sawit Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah,” Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), vol. 1, no. 2, pp. 58–71, 2013. [Online]. Available: https://jurnalhpt.ub.ac.id/index.php/jhpt/article/download/26/34

[8] R. I. D. H. O. Al Bukhori, “Survei serangan hama ulat kantong (Metisa plana) pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Desa Ulumahuam,” Dissertation, Universitas Labuhanbatu, 2026. [Online]. Available: http://repository.ulb.ac.id/2852/3/BAB%20II.pdf

[9] S. R. H. Suyono, Ancaman Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit dan Cara Mengatasinya. Penerbit Adab, 2024.

[10] A. Inaiyah, “Pengaruh defoliasi daun terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.) varietas Detam-1 dan Grobogan,” Dissertation, Universitas Brawijaya, 2016. [Online]. Available: https://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/download/581/584/1731

[11] D. M. Terneta, “Pengaruh defoliasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan akar empat varietas tanaman cabai merah (Capsicum annum L.),” Dissertation, Universitas Gadjah Mada, 2024. [Online]. Available: https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/237141

Downloads

Published

12-10-2026

How to Cite

Imam Ngasim, M. (2026). Biologi dan Ekologi Ulat Kantong (Psychidae) serta Implikasinya terhadap Kesehatan Ekosistem Hutan di Indonesia. AGRINOW! : Buletin Pertanian, 2(10), 73-88. https://ejournal.rumahtani.com/index.php/AgriNow/article/view/52