Kremah Air (Alternanthera philoxeroides)

Authors

  • Muhamad Imam Ngasim Author

Keywords:

Kremah Air, Bayam Dompo, Alternanthera Philoxeroides, Habitat Alternanthera Philoxeroides, Morfologi Alternanthera Philoxeroides

Abstract

Kremah air atau bayam dempo merupakan tumbuhan yang memiliki kemampuan tumbuh sangat baik pada lingkungan basah, lembap, hingga kawasan yang tergenang air. Tanaman ini sering muncul di tepi sungai, kanal, rawa, parit, dan lahan pertanian yang mendapat banyak pasokan air. Sekilas, bentuknya terlihat seperti tanaman hijau biasa yang tumbuh menjalar. Namun, kemampuan tumbuhnya yang sangat cepat membuat tanaman ini memiliki karakter yang berbeda dari banyak jenis tanaman air lainnya. Batangnya mampu menjalar panjang, membentuk hamparan rapat di permukaan air, dan menghasilkan akar baru pada setiap ruas batang. Karakter tersebut membuat tanaman ini mudah memperluas wilayah tumbuh hanya dari potongan batang kecil.

Nama ilmiah tanaman ini adalah Alternanthera philoxeroides (Mart.) Griseb., sedangkan sejumlah literatur juga mencatat beberapa nama sinonim, seperti Achyranthes philoxeroides (Mart.) Standley, Bucholzia philoxeroides Mart., dan Telanthera philoxeroides (Mart.) Moq. Tanaman ini termasuk keluarga Amaranthaceae, satu keluarga dengan berbagai jenis tumbuhan yang memiliki bentuk dan karakter cukup beragam. Di berbagai negara, masyarakat mengenalnya dengan nama umum seperti alligator grass, alligator weed, alligatorweed, mukuna-menna, pannankarni, dan pig weed. Di Indonesia, penyebutan “kremah air” dapat membuat orang mengira tanaman ini sama dengan kremah yang biasa tumbuh di daratan atau digunakan sebagai sayuran. Padahal, identifikasi spesies tetap membutuhkan perhatian pada bentuk batang, daun, bunga, dan terutama kebiasaan tumbuhnya.

Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, termasuk wilayah Guyana Prancis, Guyana, Suriname, Venezuela, Brasil, Bolivia, Peru, Paraguay, Uruguay, hingga Argentina bagian utara. Seiring waktu, tanaman tersebut menyebar ke berbagai kawasan tropis dan subtropis di dunia. Asia juga mengenalnya sebagai tanaman yang mampu beradaptasi dengan lingkungan basah, termasuk Indonesia, India, Sri Lanka, Tiongkok, Taiwan, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Papua Nugini. Kemampuan adaptasi inilah yang membuat masyarakat perlu mengenali tanaman ini dengan baik, terutama ketika menemukannya di saluran air atau lahan pertanian.

Downloads

Published

29-09-2026

How to Cite

Imam Ngasim, M. (2026). Kremah Air (Alternanthera philoxeroides). AGRINOW! : Buletin Pertanian, 2(9), 19-29. https://ejournal.rumahtani.com/index.php/AgriNow/article/view/42

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.